Thursday, July 25, 2019

History of Table Tennis


History of Table Tennis

The history of table tennis parallels the evolution of its equipment, which is common in many sports. The first references to the game appeared in the 1890s with early attempts to develop an indoor version of tennis. The game went by many names and was played on dining tables as a popular after-dinner entertainment. The game was played with long-handled rackets covered with velum and balls of cork or rubber. The poor quality of the balls largely led to the quick demise of these early forms of the game.
With the development of the celluloid ball in the 1920s, the game slowly began to revive. Several major game companies, such as J. Jacques & Son in England and Parker Brothers in the United States, began to successfully promote competing versions of the game under a variety of names. In the United States, the Parker Brothers trademark of Ping Pong was the most widely accepted. The game also began to grow in sport clubs throughout Europe. In 1927, the International Table Tennis Federation (ITTF) was formed, and the first world championships were conducted.
With the invention of the hard rubber racket in the 1930s, the game took a major leap forward.
This racket has a layer of rubber with short, hard pimples that cover the wood blade. For the first time, players could apply a moderate amount of spin to the ball, and spin strokes were developed. This allowed far more ball control and speed. The game quickly grew in popularity with the establishment of league play throughout Europe and clubs in the United States. The United States Table Tennis Association (USTTA) was formed in 1933. Although European players dominated during this era, the U.S. team was
very competitive and won several world titles.
The modern game began with the introduction of the sponge bat in the 1950s. After much experimentation, the current restrictions of rubber over a sponge layer (pimples in or out) with a maximum thickness of 4 millimeters was decided on. The Japanese, with their penhold grip, long and powerful strokes, and great footwork, were the first to capitalize on the greatly increased spin and speed that this equipment afforded. They would dominate the sport through much of the 1950s and early 1960s. The Chinese emerged on the scene in the early 1960s and quickly took over as the sport’s great innovators and begin a period of dominance that continues today. They pioneered the fastattack style of play and showed the world the importance of developing a strong serve and serve–return game. Although China has dominated the sport in recent years, many players from other Asian nations and many European players have broken through to gain individual world and Olympic titles.
Table tennis made its Olympic debut at the Seoul Olympics in 1988, at which point it gained true worldwide recognition. National Olympic committees from around the world began pouring money and support into creating medal contenders, and the overall caliber of play rose everywhere. Since that time, continual advancements in equipment have led to faster  and faster play. As in all sports, the professional
table tennis athlete has had to become bigger, stronger, and faster.
Table tennis is now one of the largest participation sports in the world. The ITTF consists of 204 member countries. The ITTF conducts many world events including yearly world championships, world cups, and an international pro tour. Along with these events, the ITTF conducts an international junior development program consisting of camps, an international junior circuit, and world junior and cadet championships. There are also more than 100 yearly development courses conducted worldwide, offering training for coaches, officials, and athletes.
USA Table Tennis (formerly the USTTA) is the governing body for table tennis in the United States. It consists of a network of hundreds of local clubs and sanctioned tournaments. More than 17 million people in the United States play table tennis on a recreational level, but only about 50,000 play in organized club settings. Of these, more than 7,000 take part in competitions. When you compare this number to the more than 20 million serious players in China, or the almost one million participants in the German national league, it is clear that the United States has a long way to go to become competitive with the rest of the world.
With strong professional leagues existing throughout much of Europe and Asia, along with the ITTF pro tour, more and more professional athletes are making a good living playing table tennis. Although China continues to hold its lead, winning many of the world’s major titles, the rest of the world is narrowing the gap.

Sumber: Richard McAfee                                       

Sunday, July 21, 2019

Keseimbangan dalam Pencak Silat


      Keseimbangan

Keseimbangan statik maupun dinamis merupakan komponen penunjang dalam olahraga pencak silat. Kemampuan menjaga keseimbangan tubuh dan pengerahan tenaga pada kaki sering menjadi hal yang dominan dapat menentukan efektifnya tendangan yang dilakukan. Jadi, serangan dengan menggunakan tendangan dilakukan dengan mengangkat kaki penendang setinggi lutut, lalu dengan mengendalikan keseimbangan gerakan kaki ke sasaran yang hendak dicapai. Apabila tendangan dapat dilakukan dengan mengerahkan kekuatan dan kecepatan dengan kontraksi maksimal (tenaga eskplosif) pada kaki penendang ke arah tubuh atau bagian tubuh lawan,tentu hasilnya akan lebih efektif.

Mengajarkan Teknik Melompat

Banyak metode dapat digunakan untuk mengajar keterampilan dalam nomor lompat, pada prinsipnya sama dengan pemanfaatan metode mengajar atau metode melatih untuk setiap jenis keterampilan. Nomor lompat termasuk dalam klasifikasi jenis keterampilan yang bersifat kombinasi asiklis. Artinya ada gerakan siklis yang kemudian dilanjutkan dengan gerakan asiklis sehingga dapat memanfaatkan metode bagian maupun keseluruhan.
Nomor lompat konsentrasi gerakannya ada pada unsur-unsur berikut:
  • bertumpu/bertolak dari lari awalan
  • gerakana di dalam fase melayang
  • pendaratan
Butir-butir untuk penekanan:
  • Meningkatkan frekuensi langkah pada akhir lari ancang-ancang.
  • Menginjakkan kaki aktif dengan seluruh telapak pada saat bertumpu.
  • Menggerakkan kaki depan yang kuat saat bertumpu.
  • Sendi-sendi pinggang, lutut, dan mata kaki diluruskan penuh pada saat bertolak.
Point-point yang harus dihindari:
  • Menurunkan kecepatan diakhir lari awalan.
  • Menurunkan titik pusat massa dalam persiapan untuk bertolak.
  • Tumpuan tolakan dengan tumit.
  • Lompatan dalam posisi berdiri.
  • Prematur pada fase melayang.

Kecepatan Reaksi Kaki dalam Pencak Silat

Kecepatan Reaksi Kaki dalam Pencak Silat
 
Reaksi adalah kemampuan seseorang untuk segera bertindak secepatnya dalam menanggapi rangsangan yang di timbulkan lewat indera, syaraf atau feeling lainnya (Halim, 2009:17).

Wednesday, May 8, 2019

Dasar-Dasar Lompat

Dasar-Dasar Lompat


A. Teori
Pertama kali melihat empat nomor lompat dalam atletik mungkin nampak sangat berbeda satu dengan yang lain. Dari sudut pandang teknik mulai dari lompat jauh yang relatif sederhana, lompat tinggi dan lompat jangkit sampai dengan nomor yang rumit seperti lompat tinggi galah. Namun, ada sejumlah hal umum yang sangat penting diantara nomor lompat, menarik untuk dipahami yang akan menjadikan suatu prestasi mengagumkan.

Tuesday, May 7, 2019

Monday, May 6, 2019

Lari Halang Rintang

Lari Halang Rintang

Urutan gerak lari halang rintang secara keseluruhan.

Lari Halang rintang terdiri dari tiga unsur:
  • Lari diantara rintangan.
  • Lari melewati rintangan yang dapat dirinci menjadi: bertolak, bertumpu, melewati rintangan, dan mendarat.
  • Melewati bak rintangan air yang dapat dirinci menjadi: tahap-tahap bertolak, melewati, dan melompat/mendarat.
  • Dalam berlari antara rintangan, pelari menempuh jarak itu dengan menggunakan tehnik dan taktik yang mirip untuk lomba lari jarak menengah dan jauh.
  • Dalam tahap-tahap melewati rintangan dan bak air, pelari memperkecil lama waktu melayang dan gangguan terhadap gerakan lari.

Sunday, May 5, 2019

Pencak Silat


Pencak Silat 
  Pencak silat adalah merupakan salah satu bentuk kebudayaan bangsa Indonesia, yang terdiri dari dua suku kata yakni “PENCAK dan SILAT”. Pencak, mempunyai pengertian yaitu gerak dasar bela diri yang terikat pada peraturan dan digunakan dalam belajar, latihan dan pertunjukan. Sedangkan silat, mempunyai arti sebagai gerak bela diri yang sempurna yang bersumber pada kerohanian yang suci murni guna keselamatan diri atau terhindar dari bencana.
Definisi pencak silat yang selengkapnya dikemukakan oleh pengurus besar IPSI bersama BAKIN (1975:15) sebagai berikut :
Pencak silat adalah hasil budaya manusia Indonesia untuk membela atau mempertahankan eksistensi (kemandirian) terhadap lingkungan hidup guna peningkatan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Lari Gawang

Lari Gawang 

Urutan gerak lari gawang secara keseluruhan.



Lari sprint gawang terdiri dari dua unsur: sprint diantara gawang-gawang dan melewati gawang, dapat dirinci menjadi tahap-tahap: bertolak, melewati gawang dan mendarat.
  • Dalam unsur lari sprin, pelari gawang memfokuskan pada pengulangan tiga langkah lari percepatan.
  • Dalam unsur melewati gawang, pelari gawang berusaha meminimalkan waktu melayang dan mempersiapkan diri untuk melakukan langkah lari berikutnya.
Tujuan: memaksimalkan lari percepatan menuju ke gawang pertama dan kecepatan antara gawang-gawang.


Karakteristik Teknik.
  • Delapang langkah menuju ke gawang pertama (kaki tumpu ada diposisi depan pada balok start)
  • Posisi badan tegak dicapai lebih awal daripada saat start lari sprint.
  • Tiga langkah diantara gawang-gawang (pendek-panjang-pendek).
  • Posisi badan tinggi diantara gawang-gawang.
1. Fase Bertolak (Take Off)
Tujuan : membentuk suatu trajektori yang memperkecil ketinggian diatas gawang.


Thursday, May 2, 2019

Lari Estafet

Lari Estafet

Urutan gerak lari estafet secara keseluruhan.



1. Pergantian tongkat cara non visual dibagi menjadi tiga tahap, yaitu persiapan, percepatan dan pergantian.
  • Dalam tahap persiapan, pelari yang datang memelihara kecepatan maksimum dan pelari yang berangkat melakukan posisi start.
  • Dalam tahap percepatan para pelari mensinkronkan kecepatan lari mereka dengan memelihara kecepatan maksimum (pelari yang datang) dan memaksimalkan percepatan (pelari yang berangkat).

Wednesday, May 1, 2019

Pengukuran Denyut Nadi



Pengukuran Denyut Nadi
Tujuan: menghitung denyut nadi guna membantu dengan pembebanan yang benar dalam latihan aerobic.
Karakteristik teknik:
·         Pembuluh nadi terdapat pada pergelangan tangan atau leher.
·         Jari telunjuk atau jari tengah digunakan untuk mengukur, bukan ibu jari.
·         Denyut nadi dihitung selama 10 detik, kemudian dikalikan 6 menunjukkan denyut jantung permenit atau 6 detik kemudian dikalikan 10 menunjukkan denyut nadi permenit.
·         Denyut nadi diambil selama 6 atau 10 detik pada saat akhir suatu beban (latihan).

Sunday, April 28, 2019

Lari Jarak Menengah dan Jarak Jauh

A. Lari Jarak Menengah dan Jarak Jauh
Urutan gerak lari jarak menengah dan jarak jauh keseluruhan.


Struktur langkah lari jarak menegah dan jarak jauh mirip seperti langkah pada lari sprint dengan beberapa perbedaan berikut.
·         Posisi kaki pada saat sentuh tanah bervariasi dengan langkah lari.
·         Ayunan kaki bebas ke depan dengan sudut lutut terbuka (tungkai bawah hampir parallel dengan tanah).
·         Pelurusan pinggang, tungkai dan kaki pada fase dorong dapat penuh (jarak menengah) atau tidak penuh (jarak jauh).

Saturday, April 27, 2019

Lari Sprint


Lari Sprint
Urutan gerak lari sprint secara keseluruhan.


Tiap langkah terdiri dan fase topang (yang dapat dirinci menjadi satu fase topang depan dan satu fase dorong) dan fase melayang (yang dapat dirinci menjadi fase ayun depan dan fase pemulihan).
1)     Dalam fase topang badan pelari diperlambat (topang depan) kemudian dipercepat (fase dorong)
2)    Dalam fase layang, kaki bebas mengayun mendahului badan sprinter dan diluruskan untuk persiapan sentuh tanah (ayunan ke depan) sedangkan yang paling akhir kaki topang dibengkokkan dan diayun ke badan sprinter (pemulihan).

Bentuk Permainan Lari


Bentuk Permainan Lari
1.      Permainan Lari Sprint
Sebuah ban diletakkan pada ujung jalur lintasan dari tiap tim. Para pelari berlari menuju ban serta menerobosnya sebelum mulai pelari berikutnya lari dengan melakukan suatu tepuk tangan.
Variasi: semua pelari berangkat bersama-sama dan menerobos ban sebelum berlari sprint kembali ke tempat start semula bersama-sama.


 

Thursday, April 25, 2019

Latihan Keterampilan dan Latihan Kondisi dalam Berlari

Latihan Keterampilan dan Latihan Kondisi
Latihan-latihan dasar seharusnya menjadi bagian dari hampir setiap sesi latihan, terutama bagi atlet sprinter. Latihan ini harus dilakukan setelah melakukan latihan pemanasan umum dan latihan peregangan serta harus dilakukan sekitar 10 menit. Jumlah pengulangan yang digabung dari semua latihan  yang berbeda-beda yang digunakan dalam satu sesi, haruslah antara 10-30 kali.
Teknik Dasar Lari
Teknik latihannya dapat melakukan gerakan-gerakan yang termasuk dalam latihan lari ABC (Accelaration- Balance- Coordination Run) dengan gerakan seperti berikut:
Latih dasar 1 :
Latihan pergelangan kaki (angkling drill) 

Mengajarkan Teknik Lari

Mengajarkan Teknik Lari
            Teknik berlari dapat diajarkan dengan memperkenalkan kunci keterampilan yang berkaitan dengan unsur semua lomba lari sprint, yaitu : reaksi, akselerasi, kecepatan maksimun dan pemelirahan kecepatan maksimum. Tidak adanya cara untuk melatih semua unsur tersebut sekaligus maka diterapkan latihan yang bervariasi dan latihan yang difokuskan pada aspek-aspek khusus.
Poin-poin penekanan 
1.      Meningkatkan kemampuan reaksi (menggunakan berbagai signal start dan posisi start, seperti posisi berbaring, duduk, berdiri).
2.      Meningkatkan frekuensi langkah (dengan melatih gerakan lutut tinggi dan memperpendek pendulum/bandul kaki bebas).
3.      Menambah panjang langkah (dengan melatih gerak pelurusan penuh kaki topang).
4.      Latihan-latihan  tambahan dan latihan terfokus pada:

Dasar-dasar Lari

Dasar- Dasar Lari

Nomor lari merupakan nomor yang disebut sebagai nonteknik, karena lari merupakan aktifitas alami yang relatif sederhana jika dibandingkan dengan nomor lompat tinggi  galah atau nomor lontar martil. Namun demikian, tidaklah sesederhana itu pada nomor lari. Penekanan pada kecepatan dan daya tahan ditentukan oleh jarak lomba, start jongkok dalam lomba lari sprint, pergantian tongkat pada lari estafet dan adanya rintangan dalam nomor lari gawang dan haling rintang yang semuanya membuat tuntutan teknik untuk para atlet harus dipersiapkan
            Nomor lari dalam cabang atletik memperlombakan jarak pendek yang dikenal dengan nomor lari sprint (termasuk lari gawang), nomor lari jarak menengah (mulai jarak 800m, 1500m, 3000m st.ch), nomor lari jarak jauh (5000m dan 10.000m), serta lari marathon (42,195km). Selain itu, ada juga nomor jalan cepat (10km, 20km). Nomor-nomor tersebut diperlombakan untuk atlet yang tergolong kategori diatas junior. Untuk tingkat junior dan dibawahnya nomor perlombaan lebih disesuaikan lagi.

Sunday, February 10, 2019

Tujuan dan Manfaat Olahraga


Tujuan Olahraga

Setiap orang yang melaksanakan aktivitas olahraga pastinya memiliki tujuan-tujuan yang beragam. Ada yang sekedar hoby, ada yang untuk menurunkan berat badan, ada yang ingin otot-ototnya bertambah besar, ada yang berolahraga untuk bermain, ada untuk memulihkan kondisi tubuhnya karna sakit, ada orang yang berolahraga karna merupakan salah satu mata pelajaran disekolahnya, ada untuk mengikuti kejuaraan seperti PORKAB, PORPROV, PON, SEA GAMES dan masih banyak lagi tujuan-tujuan orang melaksanakan olahraga. Dengan demikian, olahraga dilihat dari tujuannya dibedakan menjadi beberapa kelompok, yaitu: Olahraga Pendidikan, digunakan dalam kurikulum pendidikan Olahraga Rekreasi, digunakan untuk bersenang-senang, bergembira Olahraga Prestasi, digunakan dalam kejuaraan,

Pengertian Pendidikan Olahraga



Olahraga adalah proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha yang dapat mendorong mengembangkan, dan membina potensi-potensi jasmaniah dan rohaniah seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat dalam bentuk permainan, perlombaan/ pertandingan, dan kegiatan jasmani yang intensif untuk memperoleh rekreasi, kemenangan, dan prestasi puncak dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan Pancasila. Pendidikan olahraga dibagi menjadi 3 yaitu: Olahraga Pendidikan adalah pendidikan jasmani dan olahraga yang dilaksanakan sebagai bagian proses pendidikan yang teratur dan berkelanjutan untuk memperoleh pengetahuan, kepribadian, keterampilan, kesehatan, dan kebugaran jasmani. Olahraga Rekreasi adalah olahraga yang dilakukan oleh masyarakat dengan kegemaran dan kemampuan yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan kondisi dan nilai budaya masyarakat setempat untuk kesehatan, kebugaran, dan kegembiraan. Olahraga Prestasi adalah olahraga yang membina dan mengembangkan olahragawan secara terencana, berjenjang, dan berkelanjutan melalui kompetisi untuk mencapai prestasi dengan

MAKALAH SEPAK BOLA



BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah
Sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga yang diprioritaskan untuk dibina, maka untuk meningkatkan dan mencapai prestasi, alangkah baiknya jika semenjak anak-anak telah mendapatkan pendidikan olahraga dan khususnya sepakbola secara benar, teratur, dan terarah.
Dewasa ini, permainan sepakbola bukan hanya sekedar hiburan atau pengisi waktu senggang, akan tetapi sudah dituntut untuk berprestasi setinggi-tingginya. Prestasi yang tinggi hanya dapat dicapai dengan latihan-latihan yang direncanakan dengan sistematis dan dilakukan secara terus menerus dibawah pengawasan dan bimbingan pelatih yang profesional.

History of Table Tennis

History of Table Tennis The history of table tennis parallels the evolution of its equipment, which is common in many sports. The fi...